INITOGEL — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas dan berterima mengenai pentingnya etika dalam dunia pendidikan. Dalam perayaan Hari Guru Nasional baru-baru ini, Prabowo menekankan bahwa anak-anak yang berasal dari kalangan orang tua berpengaruh justru memiliki tanggung jawab moral untuk mencontohkan perilaku yang baik.
Anak “Orang Besar” Dituntut Lebih Beretika
Dalam sambutannya, Presiden ke-8 Indonesia itu secara gamblang menyatakan bahwa status orang tua seharusnya bukan menjadi alat untuk sok kuasa, melainkan cambuk untuk lebih rendah hati.
“Prinsipnya sederhana,” ujar Prabowo, “kalau bapaknya orang besar, anaknya harus lebih sopan, lebih baik, jangan kurang ajar. Kalau bapaknya tokoh, jenderal, atau pemimpin, anaknya justru wajib menunjukkan sikap yang lebih santun dan tertib.”
Pernyataan ini bukan sekadar teori. Prabowo kemudian membagikan pengalaman nyata yang dihadapinya saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Cerita Nyata: Saat Anak Seorang Jenderal Dipecat dari Sekolah
Prabowo menceritakan insiden di salah satu sekolah di bawah naungan Kementerian Pertahanan, dimana seorang murid menunjukkan perilaku yang tidak patut terhadap gurunya. Murid tersebut dikenal sering menggunakan kata-kata kasar dan bahkan membanting pintu saat meninggalkan kelas.
Karena pelanggaran yang terus-menerus, kepala sekolah mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan murid tersebut. Keputusan ini kemudian diwarnai kecemasan setelah diketahui bahwa murid yang dikeluarkan adalah anak dari seorang jenderal.
“Kepala sekolahnya telepon saya, dan jelas terasa groginya,” kenang Prabowo. “Saya langsung bilang, tidak usah ragu-ragu. Bahkan, saya sampaikan, mana jenderalnya? Suruh menghadap saya. Saya tunggu, tapi ternyata tidak juga datang,” tambahnya dengan nada yang tegas.
Dukungan Penuh untuk Kewibawaan Guru
Berdasarkan pengalaman itu, Prabowo berpesan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, agar tidak ragu mendukung guru dalam menegakkan kedisiplinan. Ia menegaskan bahwa guru adalah pilar penentu masa depan bangsa.
“Saya selalu menyampaikan, tidak usah ragu-ragu. Guru-guru harus kita dukung sepenuhnya karena merekalah masa depan Indonesia dibentuk. Untuk itu, kepada semua anak Indonesia, saya ingatkan: cintai orang tua dan hormati gurumu,” pesannya menutup pernyataan.
Pesan Prabowo ini mendapatkan apresiasi dari banyak kalangan, dianggap sebagai pengingat penting tentang integritas dan peran keluarga, terlepas dari status sosial, dalam membentuk karakter generasi penerus.



