Bandar Toto Macau — Komitmen untuk mengubah tata kelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih, Banjarmasin, terus ditegaskan. Pasca penutupan oleh pemerintah pusat, fokus kini beralih ke sistem pengolahan sampah yang terkelola dan terpilah, serta penguatan fasilitas pendukung di kawasan tersebut.
Transformasi Menuju Pengelolaan Terpadu
“Jika diberi kesempatan lagi oleh pemerintah pusat, kita tegaskan komitmen bahwa jangan sampai lagi kita asal buang sampah di sini. Yang dibuang haruslah sampah yang telah terkelola dan telah terpilah,” tegas Yamin, mewakili pemangku kepentingan setempat.
Visi ke depan adalah mengubah wajah TPAS Basirih secara fundamental. “Ini yang jadi catatan penting kami. Kita ingin TPAS Basirih bisa terbangun bangunan-bangunan representatif yang lebih besar dan luas, untuk kemudian menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa titik zona,” sambungnya.
Sinergi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan
Penguatan pengelolaan ini dinilai tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan dukungan dan sinergi lintas sektor agar TPAS Basirih dapat benar-benar berfungsi optimal sebagai pusat pengelolaan dan pemilahan sampah terpadu bagi Kota Banjarmasin.
“Ini kita harapkan, dibantu juga sinergi pemerintah pusat, sehingga di sini sekiranya bisa menjadi tempat untuk melakukan pengelolaan dan pemilahan sampah terpadu di Kota Banjarmasin kelak,” jelas Yamin.
Latar Belakang Penutupan dan Dampaknya
Sebelumnya, TPAS Basirih dikenai sanksi penutupan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia sejak Februari 2025. Sanksi ini dijatuhkan karena tempat tersebut dinilai masih beroperasi dengan sistem pembuangan terbuka (open dumping) yang tidak sesuai dengan standar pengelolaan lingkungan.
Kebijakan penutupan ini langsung berdampak signifikan, memicu penetapan status darurat sampah di Banjarmasin. Volume sampah harian kota yang mencapai sekitar 600 ton menjadi tantangan besar, mengingat hanya sebagian yang dapat dialihkan ke TPAS Regional di Kota Banjarbaru. Situasi ini semakin menguatkan urgensi untuk segera membenahi sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di TPAS Basirih.





