Home / nasional / MBG: Strategi Nasional Putus Rantai Ketimpangan Gizi & Ekonomi

MBG: Strategi Nasional Putus Rantai Ketimpangan Gizi & Ekonomi

Toto 4D — Guru Besar Ekonomi IPB, Didin S. Damanhuri, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi langkah strategis untuk memutus mata rantai ketimpangan di Indonesia. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan sosial semata, melainkan sebuah sinyal perubahan besar dalam haluan ekonomi nasional.

Menggeser Orientasi Pembangunan

Didin menjelaskan bahwa jika konsisten dilaksanakan dalam jangka panjang, MBG akan menggeser paradigma pemikiran ekonomi yang selama ini lebih berfokus pada pertumbuhan setinggi-tingginya melalui pembangunan infrastruktur besar-besaran. Program ini mengalihkan orientasi kepada pembangunan sumber daya manusia yang menyeluruh.

“Ini menyangkut seluruh penduduk, terutama untuk memperbaiki ketimpangan gizi dan pendidikan,” ujarnya. Intervensi negara di bidang gizi dinilai sangat strategis. Dampak makronya akan sangat luas jika program ini dapat terkonsolidasi dengan baik.

Mengecilkan Kesenjangan dan Menciptakan Optimisme

Dengan menyasar 50 persen masyarakat kelas bawah, intervensi gizi negara ini diharapkan dapat mengecilkan kesenjangan antara kelompok masyarakat kelas atas dan bawah. Perbaikan yang terus-menerus dalam pelaksanaan MBG diyakini dapat menciptakan optimisme jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Pembangunan di Indonesia ini adalah longitudinal plan yang bisa memperbaiki Indonesia menuju ekonomi berbasis ilmu pengetahuan. Bukan hanya masyarakat kelas atas saja yang bisa berpartisipasi, tapi seluruh penduduk akan ikut terlibat. Dampaknya raksasa,” jelas Didin.

Catatan Penting untuk Keberlanjutan Program

Didin juga memberikan sejumlah catatan kritis untuk keberhasilan program ke depan. Ia mendorong penerapan kantin sekolah serta pelibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang katering dalam pelaksanaan MBG. Langkah ini dinilai mampu mendorong kebangkitan UMKM sekaligus membuka lapangan kerja yang luas.

Pengalaman dari sejumlah negara yang sukses menerapkan program serupa patut menjadi contoh. Selain melalui rangkaian uji coba, pelaksanaannya difokuskan pada pencapaian target output jangka pendek yang terukur.

“Seperti meningkatnya kehadiran penuh siswa di sekolah serta bertambahnya omzet UMKM yang terlibat dalam layanan katering,” kata Didin.

Target Jangka Menengah dan Panjang

Pada tahap berikutnya, program ini harus diarahkan untuk mencapai outcome yang lebih substantif. Target jangka menengah meliputi penurunan angka stunting, peningkatan status gizi, dan kenaikan kualitas sumber daya manusia secara umum.

Sedangkan outcome jangka panjang yang diharapkan adalah pertumbuhan ekonomi tinggi yang beriringan dengan terjadinya pemerataan, termasuk pengurangan kemiskinan dan ketimpangan.

Didin mengingatkan pentingnya mengantisipasi dan menghilangkan potensi kasus keracunan makanan serta mencegah praktik korupsi dalam pelaksanaannya.

“Sehingga anggaran terbesar program sosial ini menjadi efektif, tepat sasaran, dengan nol kebocoran dan korupsi,” tegasnya. Dengan demikian, MBG dapat benar-benar menjadi instrumen transformatif bagi keadilan sosial dan ekonomi Indonesia.

Tag: