Home / peristiwa / PDIP Soroti Kerusakan Ekologis di Balik Banjir Aceh dan Sumatera

PDIP Soroti Kerusakan Ekologis di Balik Banjir Aceh dan Sumatera

Bocoran HK — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyampaikan pandangannya terkait wacana penetapan status bencana nasional untuk banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana yang telah berlangsung lebih dari satu bulan ini, menurut partai, tidak terlepas dari kerusakan ekologis akibat kebijakan alih fungsi hutan.

Dorongan untuk Status Bencana Nasional

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengakui bahwa masukan dari berbagai pihak untuk menetapkan status bencana nasional terus mengemuka. Penetapan status ini dinilai penting bukan hanya sebagai bentuk pengakuan, tetapi lebih jauh untuk membangun kesadaran kolektif.

“Kami menerima masukan-masukan tentang pentingnya status bencana nasional ini,” ujar Hasto. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut crucial untuk menyadarkan semua pihak bahwa bencana yang terjadi bukan semata-mata musibah alam biasa, melainkan konsekuensi dari degradasi ekosistem.

Akar Masalah: Kerusakan Ekologis

Hasto menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang terjadi berakar pada kerusakan lingkungan. Menurutnya, kerusakan ekologis tersebut dipicu oleh kebijakan-kebijakan yang mengizinkan konversi atau alih fungsi hutan.

“Karena di situ juga akan menggugah kesadaran kita bahwa bencana ini diawali dari kerusakan ekologis akibat suatu kebijakan-kebijakan untuk mengonversi hutan,” tegasnya.

Mengambil Pelajaran dari Masa Lalu

PDIP kemudian mengingatkan kebijakan moratorium hutan yang diterapkan pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Kebijakan itu dijalankan dengan tujuan menjaga keseimbangan alam. Bagi PDIP, menjaga kelestarian hutan adalah bagian integral dari menjaga kehidupan itu sendiri.

“Maka pada masa Ibu Mega, moratorium hutan itu dilakukan dan menjaga ekosistem hutan itu bagian dari kehidupan kita. Maka kita lakukan dari hulu ke hilir,” papar Hasto. Pernyataan ini menekankan filosofi partai bahwa penanganan bencana harus komprehensif, mulai dari akar penyebab (hulu) hingga penanganan dampak (hilir).

Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor juga dilaporkan terjadi di wilayah lain, seperti Kabupaten Lebak, Banten, akibat cuaca ekstrem. Musibah ini tidak hanya menyebabkan genangan dan tanah longsor, tetapi juga mengakibatkan pergerakan tanah yang merusak sejumlah ruas jalan.

Tag: