Dalam kunjungan kerjanya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hasil positif dari pertemuannya dengan sejumlah pemimpin perusahaan investasi global. Menurutnya, para investor tersebut menunjukkan minat dan kepercayaan yang sangat besar terhadap prospek ekonomi Indonesia.
“Mereka menyampaikan ketertarikan yang tinggi pada Indonesia. Mereka optimis dan melihat iklim investasi yang terus membaik, serta memiliki pandangan positif terhadap perekonomian kita,” jelas Prabowo mengenai respons para pelaku usaha global.
Pertemuan Bilateral Eksklusif dengan Presiden AS
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela agenda padat Inaugural Meeting Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian di Washington DC.
“Kemarin ada lebih dari 15 Kepala Negara dan Pemerintahan yang hadir. Satu-satunya yang melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump adalah Presiden Prabowo,” tegas Teddy dalam konferensi pers di Washington DC, seperti yang dapat disimak melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Kesepakatan Pengurangan Tarif Perdagangan
Inti dari pertemuan bilateral tersebut adalah kesepakatan diplomasi ekonomi yang signifikan. Prabowo dan Trump secara resmi menyepakati penerapan tarif perdagangan timbal balik (resiprokal) yang lebih menguntungkan bagi Indonesia.
Teddy memaparkan bahwa keberhasilan diplomasi ini berujung pada penurunan tarif dagang Amerika Serikat untuk produk Indonesia. Tarif yang sebelumnya berada di level 32 persen berhasil diturunkan menjadi 19 persen.
“Dalam pertemuan itu juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian. Saya ingatkan, perjanjiannya menetapkan tarif menjadi 19 persen. Ini turun dari angka tahun lalu yang sebesar 32 persen,” tutur Teddy menjelaskan detail kesepakatan bersejarah tersebut.



