Prediksi Singapore — Pemerintah mencanangkan target ambisius untuk mewujudkan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menteri Koperasi, Ferry Julianto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh bangunan fisik koperasi ini—yang berjumlah 80 ribu unit—akan rampung dan siap beroperasi pada Maret 2026.
Target tersebut ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara pada 21 Oktober 2025, yang bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih.
“Presiden merencanakan, Insyaallah, pada Maret atau April tahun depan, seluruh 80 ribu bangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih ini akan selesai dan siap beroperasi,” kata Ferry dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Lebih dari Sekadar Gedung: Fungsi Strategis Kopdes Merah Putih
Ferry menjelaskan bahwa visi Presiden Prabowo untuk Kopdes Merah Putih melampaui sekadar pembangunan gedung. Setiap koperasi diharapkan memiliki fasilitas yang lengkap, termasuk gudang penyimpanan, gerai penjualan, dan sarana pendukung seperti kendaraan operasional.
Yang lebih penting, Kopdes Merah Putih dirancang untuk memiliki peran ganda. Selain mendistribusikan barang ke masyarakat desa, koperasi ini juga diharapkan menjadi off-taker atau pembeli hasil produk unggulan desa.
“Kopdes diharapkan dapat membeli hasil dari peternakan, perikanan, perkebunan, hingga produk kuliner masyarakat desa,” jelas Ferry.
Dengan fungsi ini, koperasi diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi desa secara mandiri. Keberadaannya juga dioptimalkan untuk menjadi ujung tombak penyaluran program pemerintah pusat ke desa, sehingga lebih efektif dan tepat sasaran.
Perkembangan Terkini: Jumlah Koperasi Tembus Target
Dalam paparannya, Ferry juga membeberkan perkembangan terkini program ini. Hingga 18 November 2025, jumlah Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah berbadan hukum mencapai 82.707 unit.
“Angka ini sudah melebihi target yang ditetapkan dan mencakup hampir seluruh desa serta kelurahan di Indonesia,” paparnya.
Selain itu, sistem informasi manajemen yang dibangun Kementerian Koperasi telah mencatat sebanyak 690.740 orang yang menjabat sebagai pengawas dan pengurus KDKMP di seluruh tanah air.
Dengan perkembangan yang pesat ini, fokus pemerintah kini beralih ke penyelesaian infrastruktur fisik. Pencanangan target Maret 2026 menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat penguatan ekonomi berbasis koperasi hingga ke tingkat akar rumput.



